Sistem RFID dasar terdiri dari tiga bagian: Tag elektronik RFID, Pembaca RFID dan antena RFID. Sebagai bagian penting dari sistem, jarak baca dan tulis pembaca RFID terkait dengan kinerja pembaca, antena, dan labelnya, dan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
1. Pembaca
Kekuatan pancar pembaca RFID mempengaruhi jarak baca dan tulis, dan semakin besar pula daya pancar pembacanya, jarak baca dan tulis juga akan bertambah.
2. Antena
Penguatan dan beamwidth antena pembaca RFID mempengaruhi jarak dan jangkauan baca dan tulis, semakin besar penguatan antena dan semakin kecil beamwidthnya, semakin jauh jarak baca dan tulisnya, semakin sempit jangkauannya (semakin baik kontrol jangkauan baca).
3. Label
Tag RDID dibagi menjadi tag RFID aktif dan tag RFID pasif sesuai dengan status catu daya.
Tag RFID aktif: dengan daya baterainya sendiri, jarak baca dan tulis jauh, sedangkan volumenya lebih besar, dan biayanya lebih tinggi dibandingkan tag RFID pasif.
Tag RFID pasif: Tag RFID pasif tidak memiliki baterai, biaya rendah, dan umur panjang, dan jarak baca dan tulisnya dekat.
Ukuran tag RFID juga berdampak pada jarak baca dan tulis, secara teori, semakin besar ukuran tag RFID, semakin jauh jaraknya dapat terbaca.
4. Lingkungan
Lingkungan terutama mengacu pada apakah ada hambatan (logam, cairan, dll.) antara antena pembaca RFID dan tag, dan apakah terdapat interferensi elektromagnetik dengan frekuensi dekat di lingkungan. Sinyal tag RFID dapat menembus bahan non-logam atau tidak transparan seperti kertas, kayu dan plastik, dan dapat diidentifikasi melalui penetrasi. Namun, logam dan cairan dapat berdampak pada gelombang elektromagnetik, mempengaruhi jarak baca dan tulis. Tag elektronik RFID tidak dapat menembus logam, jika tag diblokir oleh logam, itu akan mempengaruhi jarak baca dan tulis, atau bahkan tidak bisa dibaca. Pada saat yang sama, Tag elektronik RFID juga sulit menembus air, jika terhalang oleh air, jarak baca dan tulis juga akan dibatasi. Dalam hal ini, label anti-logam dan anti-cair diperlukan.